ironinya, rabak macam mana pun cinta, celaka mana pun rasa perawan tetap terima yang dia punya satu nyawa yang kena jaga. satu bayang yang dia sendiri lupa soal jiwa. satu suara yang hampir jadi dadah dalam semua. satu ayat yang lengkap untuk cerita sempurna. aku tanya kau, layak mana kita pegang tangan dia lalu semua duka nestapa. layak mana kita kongsi kepala bila yang rasa itu perawan cuma. layak mana kita ikat diri dia yang kita puja. walhal hati pria, entah ada mana. atau entah masih ada sama. jangan tiup cinta kalau yang musnahkan semula pria pujangga. jangan pasang angan bila hanya mainan semata. perawan banyak kurangnya. mungkin lebih dua puluh lima silapnya. yang pastinya, perawan mahu dia.
Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone
alolo,my sweet sasterawati ni. :)
ReplyDeleteLove you :)
ReplyDeletelove u too baby!
ReplyDelete